BANDUNG – Fakultas Pascasarjana Universitas Widyatama sukses menyelenggarakan upacara pengukuhan dan orasi ilmiah jabatan guru besar bidang Hospitality Industry and Tourism bagi Prof. Sri Astuti, S.E., M.A., Ph.D. Acara bersejarah ini berlangsung dengan tenang dan penuh makna pada hari Rabu, 4 Februari 2026 bertempat di Ruang Seminar lantai 4 Gedung A Universitas Widyatama. Momentum ini tidak sekedar menjadi perayaan pencapaian karir akademik tertinggi melainkan juga sebuah refleksi mendalam mengenai tanggung jawab institusi pendidikan terhadap pelestarian lingkungan melalui tata kelola pariwisata. Pihak penyelenggara merancang keseluruhan acara dengan sangat rapi untuk menonjolkan esensi pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung pada masyarakat luas. Kehadiran para sivitas akademika dan mitra strategis industri semakin mempertegas relevansi keilmuan sang profesor dengan tantangan pariwisata modern.
Rangkaian prosesi akademik ini mengalir dengan terstruktur dan penuh wibawa semenjak pagi hari. Pemandu acara secara resmi membuka kegiatan pada pukul 09.00 WIB yang segera disusul dengan prosesi masuknya Ketua beserta anggota Senat Universitas Widyatama ke dalam ruang sidang pada pukul 09.05 WIB. Suasana berubah menjadi terasa begitu mendalam ketika seluruh hadirin berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Hymne Widyatama. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan prosesi mengheningkan cipta berlalu, Rektor sekaligus Ketua Senat Universitas Widyatama secara resmi membuka sidang pengukuhan tersebut pada pukul 09.25 WIB. Tahapan krusial berlanjut saat Wakil Rektor bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, Perencanaan, dan Tata Kelola membacakan Surat Keputusan resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tepat pada pukul 09.45 WIB.

Puncak acara yang paling dinantikan bermula pada pukul 09.55 WIB saat layar utama menayangkan video biografi singkat yang menceritakan rekam jejak dedikasi Prof. Sri Astuti. Beliau kemudian melangkah ke podium untuk menyampaikan orasi ilmiah dengan tema Pariwisata Berkelanjutan Refleksi Akademik dan Tanggung Jawab Bersama. Pemaparan ini mengupas tuntas pentingnya ekosistem pariwisata yang mampu menyeimbangkan nilai ekonomi dengan tanggung jawab pelestarian alam. Rektor kemudian secara resmi melantik dan menyerahkan surat keputusan penetapan guru besar yang menandai sahnya pencapaian predikat akademik tertinggi tersebut. Prosesi sakral ini mencerminkan komitmen kuat payung institusi universitas dalam mencetak pemikir tangguh yang mampu memberikan solusi nyata bagi kelestarian pariwisata nasional.
Dalam perbincangan hangat pasca-acara, Prof. Sri Astuti menggarisbawahi urgensi penyelarasan antara teori pendidikan tinggi dengan realitas praktik pariwisata di lapangan. Beliau menegaskan bahwa akademisi harus turun langsung memberi penyuluhan agar masyarakat dan pelaku usaha senantiasa berperilaku lebih pro-lingkungan. Beliau juga memotivasi rekan sejawatnya dengan kalimat yang menggugah hati. “Bagi rekan sejawat dan para dosen muda, jangan pernah takut bermimpi menjadi guru besar karena asalkan kita konsisten berkarya dan meneliti, puncak pengabdian itu pasti bisa kita capai di usia yang masih sangat produktif,” tambahnya sambil tersenyum optimis.
Visi keberlanjutan dan hilirisasi riset ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan yang berfokus pada kualitas pembelajaran aplikatif. Keselarasan pandangan ini menjadi landasan strategis bagi Program Studi Magister Manajemen dan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen di lingkungan Fakultas Pascasarjana untuk terus memperkuat kurikulum bisnis yang responsif terhadap dinamika tata kelola global. Pesan kuat dari sang guru besar diyakini mampu menular ke seluruh elemen prodi dalam mewujudkan ekosistem kolaborasi yang kokoh. Pihak fakultas memandang semangat pembaharuan ini sebagai modal utama untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap isu-isu lingkungan makro.

Di balik reputasinya sebagai seorang ilmuwan dan pendidik yang disegani, Prof. Sri Astuti senantiasa dikenal sebagai sosok ibu yang teguh dan penuh tanggung jawab bagi keluarganya. Putranya yang bernama Senna Wilrandi turut menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut dengan raut wajah penuh haru dan kebanggaan mendalam. Senna mengungkapkan bahwa nilai ketegasan dan tanggung jawab sang ibu, baik dalam pekerjaan maupun keluarga, menjadi inspirasi terbesar bagi hidupnya. “Insyaallah, semoga gelar profesor ini membawa keberkahan dan Ibu bisa terus memberikan manfaat nyata bagi banyak orang,” ucapnya dengan nada suara yang bergetar penuh rasa syukur.
Rangkaian prosesi pengukuhan guru besar yang sarat akan makna ini perlahan memasuki babak akhir saat seluruh partisipan menyanyikan lagu Bagimu Negeri pada pukul 10.20 WIB. Rektor secara resmi menutup jalannya upacara pada pukul 10.25 WIB yang segera disambung dengan pembacaan doa syukur pada pukul 10.30 WIB. Suasana berubah menjadi cair dan penuh sukacita ketika tamu undangan bergantian memberikan ucapan selamat yang diabadikan melalui sesi foto bersama tepat pada pukul 10.35 WIB. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah hangat yang berhasil mempererat tali silaturahmi antar tamu undangan. Sebagai salah satu motor penggerak inovasi berkelanjutan di Jawa Barat, Fakultas Pascasarjana Universitas Widyatama memproyeksikan perayaan intelektual ini sebagai motor penggerak inovasi berkelanjutan yang akan membawa dampak positif bagi masa depan industri pariwisata bangsa.



